Untuk perusahaan pergudangan dengan persyaratan pengadaan massal, proses negosiasi pengadaan forklift lithium-ion secara langsung mempengaruhi efisiensi dan biaya operasional operasi selanjutnya. Penting untuk fokus pada berbagai detail untuk memastikan bahwa keputusan pengadaan bersifat ilmiah dan masuk akal.
Perjelas kebutuhan pengadaan Anda sendiri
Adaptasi adegan gudang adalah dasar dari negosiasi pengadaan. Ada perbedaan persyaratan untuk forklift di lingkungan penyimpanan yang berbeda. Misalnya, gudang lorong sempit perlu beralih ke forklift kecil yang fleksibel, sementara gudang rak tinggi membutuhkan forklift dengan ketinggian pengangkat yang besar. Sebelum negosiasi, perlu untuk memilah tata letak gudang, berat dan ukuran barang, lebar lorong operasi dan informasi lainnya, dan dengan jelas mengkomunikasikan persyaratan ini kepada pemasok untuk memastikan bahwa forklift yang direkomendasikan dapat disesuaikan dengan adegan operasi yang sebenarnya.
Penggunaan pencocokan skala tidak dapat diabaikan. Jumlah, masa pakai baterai, dan efisiensi pengisian forklift yang diperlukan harus ditentukan dalam kombinasi dengan volume operasi harian, pengaturan pergeseran, dan tata letak fasilitas pengisian. Misalnya, dalam skenario pergudangan operasi multi-shift, kapasitas pengisian cepat forklift atau konfigurasi baterai cadangan harus dipertimbangkan untuk menghindari mempengaruhi kontinuitas operasi karena daya yang tidak mencukupi.
Perbaiki dimensi akuntansi biaya
Saat menegosiasikan pengadaan, kita seharusnya tidak hanya fokus pada total harga satu pembelian, tetapi juga menghitung biaya operasi jangka panjang secara komprehensif. Pertama, memperjelas kisaran preferensial pengadaan massal, menegosiasikan harga satuan yang wajar sesuai dengan jumlah pembelian, dan membandingkan perbedaan harga dari konfigurasi yang berbeda untuk menghindari membayar biaya tambahan untuk fungsi yang tidak perlu.
Kedua, pertimbangkan biaya penggunaan jangka panjang, termasuk masa pakai baterai, biaya perawatan, tingkat konsumsi energi, dll. Misalnya, masa pakai siklus baterai secara langsung memengaruhi biaya penggantian berikutnya. Selama negosiasi, pemasok dapat diminta untuk menyediakan parameter kinerja baterai untuk menghitung investasi jangka panjang dan memilih produk yang lebih hemat biaya.
Terapkan jaminan kualitas dan purna jual
Kualitas komponen inti forklift lithium-ion secara langsung menentukan masa pakai dan stabilitas operasi. Saat bernegosiasi, perlu memperhatikan indikator kinerja komponen inti seperti baterai, motor, dan sistem kontrol, dan meminta pemasok untuk memberikan instruksi pengujian kinerja yang relevan untuk memastikan bahwa produk memenuhi persyaratan operasi pergudangan intensitas tinggi.
Sistem layanan purna jual juga berfokus pada konfirmasi konten. Penting untuk memperjelas waktu respons purna jual, cakupan outlet pemeliharaan, periode jaminan kualitas, dan konten jaminan kualitas. Misalnya, di gudang di daerah terpencil, perlu untuk memastikan bahwa pemasok dapat menyediakan layanan pemeliharaan di tempat tepat waktu untuk menghindari stagnasi jangka panjang karena kegagalan peralatan.
Konfirmasikan syarat inti kontrak
Persyaratan kontrak adalah kunci untuk melindungi hak dan kepentingan kedua belah pihak, dan konten inti perlu dikonfirmasi satu per satu selama negosiasi. Yang pertama adalah persyaratan pengiriman dan penerimaan, yang memperjelas waktu dan tempat pengiriman, serta standar dan prosedur penerimaan, seperti pengujian mesin uji di tempat, verifikasi parameter kinerja, dll., untuk menghindari situasi pengiriman yang salah.
Kedua, ada ketentuan untuk pembagian tanggung jawab, yang memperjelas tanggung jawab atas kerusakan selama transportasi, atribusi tanggung jawab untuk pemasangan dan commissioning, dan solusi untuk masalah kualitas peralatan, seperti proses pengembalian dan pertukaran, metode kompensasi pemeliharaan, dll., untuk memastikan bahwa ada dasar yang jelas untuk memecahkan masalah selanjutnya.
